JEDA
NOW OR NEVER
Apa rasanya diam membisu sekian lama ? Kram, kesemutan, mati rasa, hilang akal ? Ya tentu saja. Seperti yang kurasakan di rentang waktu hampir setahun terakhir : diam membisu. Aku melihat, aku mendengar, aku merasakan, aku berpikir, tapi aku diam saja : tak bersikap, tak berbicara, tak melakukan apa-apa.
Sampai pada suatu masa saat aku tak bisa menampung segala yg masuk di pikiranku, di hatiku. Sampai cawan penyimpanan di kepalaku meluber, meleleh, mengalir ke arah yang tak bisa kuikuti jejaknya. Sampai aku merasa di ujung tanduk kehidupanku : diikat kuat diatas ketinggian ribuan meter diatas bumi, dan siap dilemparkan.
Maka di sinilah aku : memulai lagi membuka mulutku, memulai lagi berbuat sesuatu, belajar bersuara, biarpun yang keluar lirih saja. Rasa sakit, gelisah, tidak menentu tiba-tiba mendominasi segalanya, ketika kram, kesemutan, mati rasa dan kawan-kawannya itu kupaksa bergerak. Tak apa, ini memang buah dari diam sekian lama, nanti juga terbiasa.
Menolak Tidur
Ya! akupun sepakat. Tapi tidak dengan pikiran yang bercokol di otakku. Entah mengapa rasanya otakku menolak untuk tidur, entah mengapa rasanya dia memaksa mataku untuk terus terbuka, menjajah tubuhku untuk melakukan sesuatu, mencari-cari daftar panjang alasan untuk membujukku : tak boleh tidur.
Cerita Berawal dari Sini
Bismillahirrahmaanirrahiim...
Fiuff!!aku akan atur napasku sebentar...
Entah mengapa rasanya grogi sekali aku menulis postingan pertamaku ini, setelah sekian lama aku berhenti menulis...ya! sudah lama sekali aku tak menulis, atau katakanlah berbagi cerita dengan tulisan. Barangkali rutinitas sudah begitu kuatnya memenjarakanku, mendesain saraf tubuhku menjadi seperti robot : melakukan segala sesuatu secara otomatis, menciutkan otakku, tak banyak berpikir, hanya bertindak seperti yang sudah diharuskan entah oleh apa, entah oleh siapa...
Tapi, otak kecilku ini ternyata memang mesin supercanggih ciptaan Yang Maha Segalanya, biarpun sudah dikerdilkan sedemikian rupa, ia tetap bisa menyimpan memori, impian, segala rasa yang mulai kebas, berjejalan, dengan volume yg makin bertambah dari waktu ke waktu, meluber ke alam bawah sadar, menjelma hantu bernama kegelisahan, merengsek tidak sabar, saling dorong, saling hantam, hingga akhirnya meledak!!berhamburan...
Maka disinilah aku, dengan grogi memulai lagi bercerita tentang banyak kisah yang tersimpan, memasang kepingan ingatan, mengaktifkan kembali segala rasa, agar aku bisa membaca lagi, mengambil hikmah dan berbagi pada siapa saja ...
Kalimat pertama yang kuingat saat aku terbangun dalam kesadaranku adalah "... jangan pernah menerima ruang-ruang gelap dalam hidup...karena cahaya akan tetap ada, dan kita hanya diminta untuk menekan tombolnya agar tetap menyala .. " Akh! tapi mengapa aku masih lupa siapa yang mengatakan itu padaku...Hm, siapapun dia...terimakasih, sudah membangunkanku dari "tidur panjang" ini..






