Dinia. Powered by Blogger.
RSS

Anindya

Aku telah menantimu sekian lama dengan harapan, kecemasan, dan doa-doa sepanjang sujud malam.
Aku telah menantimu dengan sepenuh kesabaran yang kubisa...
Dan sekarang...
Putriku, selamat datang di dunia yang penuh tantangan & perjuangan ini, Nak ..
Namun, aku tahu engkau putriku sungguh tangguh
: yang carut akan kau urai, yang lusuh-usang akan kau indahkan...
Tumbuhlah, tumbuh putri kecilku..
Raihlah! Genggamlah !
Doaku selalu mengiring langkahmu, nak...


Putriku tercinta : Anindya Erleane Soviahanna
Lahir di Pontianak, 19 Februari 2012

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Masih


Masih kutemukan dirimu saat pagi aku membuka mata : tergolek lelap disampingku, tarikan nafasmu tenang satu-satu, pipimu yang bercap lipatan sarung bantal kita, membuat wajahmu yang tertidur damai itu bagiku terlihat makin tampan saja. Aku akan memandangimu lama-lama, sebelum mengecup keningmu, lalu mengucap selamat pagi. Setiap pagi seperti ini, dan engkau membuat pagiku terasa begitu istimewa.

Masih kau memelukku sebelum pamit memulai kerja, pun kau ceritakan rencanamu melukis hari ini, sambil menyereput teh hangat, dan menikmati sarapan sederhana. Masih kulihat nyala semangat di matamu : keyakinan dan percaya diri menaklukkan apapun yang ingin kau raih. Doaku menyertai, semoga Tuhan memudahkan jalan, semoga Tuhan memberkahi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Your Cigarette

 Sumber Gambar : http://www.healthjockey.com/images/smoking-man.jpg

Your cigarette
such as freezes on your lips
blowing thin smoke gray
cigarette butts, like a monument in your ashtray
If it makes you warm when the cold nights
or makes you calm when your heart tremble
You don't care
But surely,
Your cigarettes become a haven of beautiful darkness
till the night passes...


Pontianak, 25 Desember 2011


The poem is for you who still smoked with pleasure
but, doesn't that just a runaway, Dear? ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perempuan Bernama Indah - part 1


Aku bertemu dengannya dengan cara yang biasa. Beberapa kali melihatnya di televisi saat dia melaporkan peristiwa, menyajikan berita. Lalu melihatnya lagi di rumah kos baruku di Kedoya Kebon Jeruk pada penghujung tahun 2006. Aku tersenyum saat melihatnya berlalu meninggalkan kesan padaku : lincah, energik, cantik, bersemangat, dan jalannya selalu bergegas rancak dengan heels yang tampak mantap di kakinya. Kami hanya berbagi senyum, bertegur sapa, dan sudah. Aku tahu perempuan itu bernama Indah. Tapi saat itu aku yakin dia tak akan mengingatku lagi jika kami bertemu di jalan.

Suatu hari, dia sakit usus buntu. Usus buntunya harus di potong, harus operasi. Aku tak tahu kapan persisnya dia melakukan operasi usus buntunya itu. Hanya saja hari itu kosanku ramai pengunjung, orang-orang kantor tempat dia bekerja menengoknya. Aku pikir, sebagai teman kos yang baik, sepatutnya aku juga menengoknya.

Dan di sanalah dia, terbaring cantik dengan tumpukan bantal, selimut, dan suasana kamar yang bernuansa pink. Ya ! Pink! Aku tersenyum melihatnya terbaring ceria, menyapaku, dan bercerita panjang lebar sambil menunjukkan jahitan operasinya. Dia menyala seperti pijar-pijar kembang api yang membuat siapapun gembira melihatnya. Bagiku sungguh ajaib ! Untuk ukuran orang baru operasi dengan jahitan masih basah dan masih perih saat bergerak, dia masih saja terlihat antusias, full energi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

... (Ungkapan Cinta Tanpa Judul)



Sumber Gambar : http://kadek130891.files.wordpress.com/2011/09/love-u1.jpg


Senja ini kekasih
temaram teduh matahari yang selalu aku nanti
saat ia memantulkan kilau cahaya di matamu yang jernih
dan tatapan cinta yang kuharap akan selalu di sana tiap hari

Senja ini kekasih
jeda sebelum malam tiba
akan kudengarkan merdu suaramu
bercerita tentang kenangan
juga pasang surut musim yang mengiring perjalanan

'Semua ada masanya
jika saatnya tiba, tak ada yang bisa mencegah
jalan kemungkinan itu selalu di sana'
katamu padaku suatu ketika
bersama senja yang hendak menyudahi persinggahannya

Lalu masa yang kau janjikan itu tibalah
berputar cepat bagai mimpi
kau rangkaikan bersamaku di awal hari
berkejaran gembira menyambut kedatangan
gulungan peristiwa dan kejadian

'Mereka yang pergi akan dilewati
yang meraih akan menjadi
Sayang..
inilah indahnya mengalami'

Ah, senja ini kekasih
masih tangan kita bergenggaman
duduk di beranda
rumah kita yang menyimpan cerita
Bahwa uban sudah memenuhi kepala
kulit berkerut, tubuh renta tergerus usia
namun masih,
tatapan cintamu itu berkilau menyimak cahaya senja
yang hendak beranjak undur diri perlahan

Pontianak, 27 September 2011

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Memoar Burung-burung


Aku melihat percumbuan burung-burung di pagi hari
memanggil kekasihnya di ranting-ranting
menyapa anaknya yang baru lahir
berceloteh tentang perburuannya melawan angin dan badai
mengikuti cahaya fajar dan larik cuaca
serta kesaksian terbatah akan ulah manusia

Burung-burung kecil mengirim kabar berita
nyanyian di dahan-dahan yang tak utuh lagi
jejak anaknya yang pergi meninggalkan sarang
kekasihnya yang tak lagi datang
memaksanya terbang muram sendiri

Percumbuan burung-burung di pagi hari
terkubur sejak malam menggulung bumi
saat dahan-dahan tak tampak lagi
luruh bersama daun-daun terpanggang api

Ohh, nyanyian burung-burung ...
serupa doa yang menuntunku meninggalkan jasad
Saat nafasku mulai terdesak melawan hujan asap
daun-daun jadi abu
ruhku tinggal menunggu waktu...

Percumbuan burung-burung di pagi hari
akan kah esok datang lagi...

Jakarta, 4 Februari 2008

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pada Sebuah Halte

 

“Maukah kau menjadi ibuku ?”, seorang gadis kecil berusia 5 tahun, berbaju dekil, tanpa alas kaki menarik ujung blusku. Tatapannya penuh harap. 

“Hey, siapa namamu, Nak ? Kemana ibumu ?”, aku berjongkok, membelai rambut kusam anak itu. 

"Jika kau mau menjadi ibuku, maka sekarang ibuku ada didepanku” 

"Bukan, maksudku ibu kandungmu. Dimana dia ? Mengapa dia membiarkanmu di jalan sendiri ?”
 “Aku seharusnya tak pernah dilahirkan. Aku tiba-tiba saja aku ada di dunia. Aku tak tahu siapa yang melahirkanku. Apa jika perempuan melahirkan ia pasti menjadi ibu ?”

“Tentu saja, Nak. Ayo kita duduk di situ. Bus yang kutunggu belum datang”

Halte simpang dua masih selalu ramai pada petang hari menjelang maghrib. Tak ada kelas di sini. Semua orang sama, menunggu. Tak penting apa yang akan mereka naiki nanti, bus, angkot, atau taksi. Semua menunggu. Berharap kendaraan yang akan mengantar mereka segera datang dan membawa mereka dari kegelisahan penantian. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

JEDA

Resign dari tempat kerja yang hampir lima tahun kutekuni, benar-benar menjadi titik balik bagi hidupku. Setidaknya itulah yang kurasakan saat ini. Bagiku ini adalah pilihan yang berani. Apalagi aku keluar tidak untuk pindah kerja di tempat yang baru. Aku keluar begitu saja, berhenti, memberi titik di akhir kisahku di kantor itu.

Alasan untuk keluar tentu saja bermacam-macam. Sejak dua tahun bekerja di sana, memang hasrat untuk resign tinggi sekali. Mulai dari alasan tidak ada jenjang karir, tidak ada perbaikan income, merasa tidak diperlakukan dengan adil sebagai pekerja, seringkali merasa menjadi robot : melakukan hal-hal rutin yang mengacaukan kreatifitas dan hasrat berkarya. Ini belum ditambah alasan remeh-temeh yang kadang timbul tenggelam bergantung dengan situasi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Search This Blog

Loading...