"Bukan, maksudku ibu kandungmu. Dimana dia ? Mengapa dia membiarkanmu di jalan sendiri ?”
“Aku seharusnya tak pernah dilahirkan. Aku tiba-tiba saja aku ada di dunia. Aku tak tahu siapa yang melahirkanku. Apa jika perempuan melahirkan ia pasti menjadi ibu ?”
“Tentu saja, Nak. Ayo kita duduk di situ. Bus yang kutunggu belum datang”
Halte simpang dua masih selalu ramai pada petang hari menjelang maghrib. Tak ada kelas di sini. Semua orang sama, menunggu. Tak penting apa yang akan mereka naiki nanti, bus, angkot, atau taksi. Semua menunggu. Berharap kendaraan yang akan mengantar mereka segera datang dan membawa mereka dari kegelisahan penantian.










